Powered by Blogger.

PESAN Ust. Shiddiq Amien (Alm) Untuk Santri – santrinya




PESAN Ust. Shiddiq Amien (Alm) Untuk Santri – santrinya



Ustad shiddiq amien (alm) merupakan ustad teladan umat banyak sekali umat yang merindukannya setelah kepergiannya . ustad juga merupakan sosok yang sangat dikagumi oleh santri – santrinya ,khususnya di pesantren persis benda .sebelum Allah SWT memanggil ustad,ustad sempat meninggalkan pesannya untuk santrinya dip pi 67 benda .berikut adalah pesan ustad yang insya allah penulis akan paparkan :



Bismillahirrahmanirrahiem


Ananda,

Sekian tahun ananda berada di Pesantren ini, bergelut dengan ilmu,

Ditempa, dibina, dan dilatih,

Suka dan duka, tawa dan tangis telah ananda lewati dan rasakan,

Sebagai bunga kehidupan yang harus ananda jalani,

Sebagai pengalaman yang menjadi guru terbaik,

Sebagai kenangan hidup yang sulit ananda lupakan.


Asatidzahmu, telah membina dan menempamu dengan segala keikhlasan,

Dengan segala kemampuan dan tanpa bosan,

Berbagai pendekatan, baik yang lembut maupun yang keras telah dilakukannya, bukan karena kebencian, tapi berdasar cinta kasih,

Beragam disiplin ilmu telah diberikan, dilatihkan dan ditumpahkan kepada ananda,

Dengan satu harapan, semuanya akan menjadi “ Al-‘Ilmu Yuntafa’u Bihi “, menjadi bekal ananda melangkah ke masa depan ,

Dengan penuh harapan menggapai cita-cita.


Orangtuamu, dengan penuh kasih sayang telah membesarkanmu,

Dengan segala jerih payah telah mendorongmu untuk menjadi manusia sukses, untuk menyelesaikan pendidikanmu di Pesantren tercinta ini,

Mereka telah bekerja keras, banting tulang bermandikan keringat,

Tanpa mengenal lelah, demi ananda,

Tak jarang orangtuamu kurang makan dan tidur, demi ananda

Dalam do’anya orangtuamu selalu memohon kepada Yang Maha Pengasih, agar ananda dijadikan anak yang sholeh, cerdas, takwa dan terampil, menjadi Qurrata A’yunin, Menjadi kebanggaan,

Yang akan membawa kemuliaan dan kebahagiaan,

Lahir dan bathin, dunia sampai di akhirat kelak,

Camkan itu wahai ananda !!


Hari ini,

Ananda akan mengakhiri masa pendidikan formal di Pesantren ini,

Ananda sudah dan akan terus beranjak dewasa,

Ingat ananda, Asatidzahmu dan orangtuamu berharap sangat,

Ananda akan lebih dewasa dalam berkata, bertindak dan berprilaku,

Dalam cara berpakaian, berpenampilan dan bergaul,

Sesuai dengan tuntunan islam yang telah ananda pelajari,

Ananda akan lebih zuhud, sabar dan tawadlu’,

Mereka menuntut ananda mampu membuktikan

Atsar dan hasil pendidikan selama ini dalam bentuk amal dan akhlak,

Ingat ananda,

Asatidzahmu dan orangtuamu akan sangat kecewa dan prihatin

Jika ananda tidak menampakkan perubahan dan peningkatan ke arah yang lebih baik menurut tolok ukur Al-Islam.

Mereka tidak menuntut balasan dalam bentuk materi darimu ananda,

Mereka hanya menuntut ananda menjadi anak yang sholeh,

Anak yang sukses dan berguna.


Ananda telah melewati masa ujian akhir

Yang mungkin ananda rasakan berat dan melelahkan,

Tapi ananda harus ingat ujian belum akan berakhir, ujian yang lebih berat akan ananda hadapi

Ujian di tengah masyarakat yang heterogen

Yang bukan hanya menuntut kecerdasan otak dan fikiran

Tapi kejernihan hati, kesabaran dan ketabahan jiwa

Ananda akan merasakan betapa masih bodohnya diri,

Masih lemahnya jiwa dan kurangnya pengalaman

Hadapilah semuanya itu dengan penuh tawakal.


Ananda,

Ananda masih ingat pepatah yang mengatakan :
“ Buku adalah gudangnya ilmu dan membaca adalah kuncinya “

Meski ananda tinggal di gudang buku dan kitab

Tapi jika ananda malas membaca, akan sulit ananda menjadi orang alim,

Tidak ada manusia sukses ( baik yang kaya, yang pinter, yang berkedudukan ) hasil malas, diam dan berpangku tangan,

Semuanya hasil belajar dan kerja keras.

Kuasai bahasa, jadilah ananda guru,

Guru di keluarga, guru di tempat kerja, guru di masyarakat,

Insya Allah ilmu ananda akan bertambah.

Jangan sekali-kali ananda merasa cukup dan puas dengan ilmu yang telah dimiliki, ananda akan tertinggal dan minder dalam pergaulan dan persaingan hidup,

Teruslah belajar, belajar dan belajar,

Sesuai dengan prinsip pendidikan sepanjang hayat dalam Islam

Long Life education, Minal mahdi ilal lahdi,

No Old to learn. Tiada alasan tua untuk belajar.

Jika ananda tidak bisa kuliah atau melanjutkan ke Perguruan tinggi,

Janganlah kecil hati dan patah semangat, banyak jalan menuju sukses,

Perguruan tinggi bukan satu-satunya jalan, dan bukan sebuah jaminan,


Ananda,

Hari ini ananda akan berpisah dengan teman - teman

Teman sekelas, seasrama, sepermainan, sesuka dan duka, teman bercanda dan teman belajar.

Ananda jangan bersedih dan berkecil hati, sebab ananda akan bertemu dengan kawan dan teman baru.

Dalam hidup dan perjuangan, ananda perlu kawan

Hidup tanpa kawan ibarat badan tanpa tangan.

Tapi kawan mesti dipilih, sebab kawan bisa jadi pengubah jiwa.

Kawan itu ibarat makanan, ananda salah makan binasalah badan

Kawan itu ibarat obat, tidak dimakan setiap hari, tapi dia bukan musuhmu

Kawan itu juga bisa jadi racun bagimu,

Menjauh dirilah darinya, tapi jangan membenci,

Carilah kawan dan teman hidup dan berjuang yang bisa menyiram jiwa,

Menghijaukan usaha dan menyegarkan fikiran,

Memilih kawan hendaknya seperti memilih pakaian

Ukur sesuai dengan kondisi badan, pilih corak secorak jiwamu,

Tiap jenis mencari jenis.

“ Wa idzan nufusu zuwwijat “ , At-Thoiru bit Thoiri Yushodu, Bird of feather flock together. Orang yang butuh siraman rahmat akan berkawan dengan pembawa rahmat.

“ Al-Mu’minu mir’atu akhihi “ Lihat dan perhatikan siapa temanmu itu

Jika mereka berakhlak baik, maka ananda juga tidak akan jauh dengan mereka. Tapi jika temanmu ini berprilaku buruk, berkata kotor dan kasar,

Maka ananda tidak akan berbeda dengan mereka, segeralah menjauh dari mereka !!


Ananda,

Sebagaimana ananda saksikan dan rasakan,

Barisan tua di kalangan ulama semakin menipis jumlahnya,

Satu sunnatullah yang akan berjalan terus, dan harus kita terima

Thou’an wa karhan , Suka ataupun tak suka

Maka setiap kali ananda mendengar berita pelepah tua jatuh

Seorang ulama wafat, bunyi itu haruslah menjadi sinyal bagi ananda

Bahwa giliran bagi ananda untuk tampil menggantikannya sudah dekat,

Bagi tenaga menurut bidangmu masing-masing.

Setiap saat kita mendengar ulama dan orang sholeh wafat,

Pergi satu persatu, dan takkan pernah kembali,

Mereka telah menghadap ke haribaan Ilahi Rabbi

Sedang Penggantinya ? Pelanjutnya ?


Rabbi la tadzarni fardan !

Ya Allah ya Rabbi, jangan Engkau biarkan hamba sepi sendiri,

Kehilangan pengganti, pelanjut garis perjuangan.

Penerus himmah jihad, Bila maut kelak menjemput hamba

Untuk menghadap kehadirat-Mu ya Rabbi.

Wa Inni Khiftul mawaliya min warai, wa kanati imraati ‘aqiran
Ya Allah, hamba begitu takut dan kawatir

Jika kelak hamba-hambamu yang telah lanjut usia ini tiada

Jika ulama dan orang-orang sholeh Engkau panggil satu persatu

Siapakah yang akan membimbing umat dan bangsa ini ?

Sementara ibu-ibu masa kini pada mandul

Tidak mampu melahirkan kader-kader ulama baru,

Mereka begitu takut dan kawatir jika anaknya jadi ulama tidak bisa hidup layak, akan hidup miskin dan papa.

Benarkah kebahagiaan itu ada dalam harta kekayaan ?

Mereka begitu kawatir dengan masa depan hidup mereka

Sepertinya mereka egois dan ananiyah dan Mengapa mereka begitu ragu akan kasih sayang dan rahmat-Mu ya Rabbi.

Sementara Muhammad saw. Nabi danb rasul-Mu telah mengingatkan

Kiamat akan menimpa sebuah umat dan bangsa bila di tengah mereka

Ulama tiada, atau ada tapi peran mereka tiada

Umat tidak ada yang membimbing jiwanya.

Fa Habli min ladunka Waliyya

Ya Allah, berilah hamba dari hadirat-Mu

Putra-putri pilihan, kader terbaik dan tangguh

Untuk melanjutkan perjuangan para Ulama Waratsatul anbiya

Diantara putra-putri didik kami

Yang saat ini akan meninggalkan lembaga pendidikan ini

Bimbinglah mereka ya Rahman, Ya Rahim dengan rahmat, inayah dan

Hidayah-Mu

Beri mereka hati yang tulus, lurus dan istiqomah,

Himmah yang benar dan besar,

Lindungi mereka dari godaan dunia dan jebakan syetan

Berikan mereka kekuatan dan kemampuan untuk meneruskan perjuangan

Pengemban estafeta pengemban risalah dan panji-panji-Mu.

Yang terasa semakin langka

Sementara tantangan perjuangan terasa semakin banyak dan berat


Ya Rabbi, Innaka tasma’u kalami, wa taro makani, Wa ta’lamu sirro wa ‘ala niyyati, wa ana al-Baisul faqir, asaluka al-ijabah

Ya Rabbi, Engkau Maha mendengar permohonan hamba,

Engkau Maha mengetahui, disini saat ini kami berkumpul

Engkau Maha Mengetahui apa yang nampak dan tersembunuyi dalam hati kami

Kami semua makhluk yang faqir, yang sangat membutuhkan limpahan rahmat-Mu, Penuhilah do’a dan harapan kami.


Anaking,

Bral hidep kabeh geura miang,

Tandang makalangan di medan perjuangan

Dijajap ku du’a jeung harepan guru jeung kolot hidep

Tong rempan, tong salempang, sing tawakal ka nu Maha Heman

Tuh tempo ku hidep, umat ngadagoan hidep mulang

Amarikut ngelek ngegel, rebo ku elmu jeung pangabisa

Kasep, geulis ku akhlakul karimah

Poma hidep ulah deuk khianat

Kana elmu, iman jeung amanat anu jadi kolot jeung guru hidep

Hidep bakal nyanghareupan ujian hirup anu beuki beurat

Rupa-rupa gogoda jeung cobaan

Hidep kudu tabah, sabar jeung tawakal

Muga-muga rahmat, inayah jeung hidayah Allah salilana ngaping,

Ngajaring hidep sakumna,

Bral, bral, anaking geura miang ……..




Benda, 27 Juni 2002


Semoga apa yang ustad harapkan bisa terwujud dan bisa diamalkan oleh santri – santrinya . selamat jalan ustad kami merindukanmu

0 comments:

Post a Comment