Powered by Blogger.

Kristenisasi di Indonesia


380 × 280 - zionisyahudi.blogspot.com


Kristenisasi di Indonesia


‘’Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pegetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. Maha benar firman Allah SWT


Indonesia merupakan negeri terbesar ke empat di dunia dengan jumlah 18.110 pulau yang tersebar di Nusantara dan populasi terbesar ke tiga setelah Cina dan Amerika. Indonesia juga dikenal sebagai negara kaum Muslim terbanyak di dunia.


Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) pada tahun 1990 yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukan presentasi umat beragama sebagai berikut :


Merujuk pada persentase diatas, maka jumlah umat Islam Indonesia pada saat itu mencapai 183,12 juta jiwa dan diperkirakan umat Islam Indonesia sampai saat ini mencapai 200 juta jiwa yang tercatat di KTP.


Dengan banyaknya kuantitas Muslim di Indonesia tidak menjamin Muslim di Indonesia itu berkualitas. Karena kurangnya pemahaman terhadap agama Islam, kini para misionaris mulai melihat celah-celah untuk menghancurkan agama Islam secara halus maupun terang-terangan, salah satunya dengan adanya gerakan kristenisasi.


Gerakan kristenisasi ini merupakan salah satu gerakan pemurtadan yang mengancam keberadaan umat Islam di Indonesia dengan mengkristenkan umat Islam. Hal ini sudah terjadi sejak masa lalu, yaitu ketika Kolonial Belanda mulai memasuki Indonesia.karena itu,bukan hal aneh jika penjajahan (Kolonialisme)barat di dunia Islam,selalu bekerjasama dengan misionaris untuk melanggengkan kekuasaannya. Sejumlah dekrit Kerajaan Belanda diberlakukan untuk mendukung Kristenisasi di Indonesia. Pada tahun 1810 Raja wiliam I dari Belanda mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa para misionaris akan diutus ke Indonesia oleh dan atas biaya pemerintahan kolonial Belanda.


Seiring berubahnya zaman penjajahan ke zaman reformasi ,maka upaya-upaya kristenisasi pun berubah. Berikut adalah upaya - upaya Kristensasi pada zaman sekarang


v Memilih desa desa terpencil dan membantu orang –orang miskin


v Menawarkan pekerjaan


v Kursus-kursus latihan gratis


v Meniru kebiasaan orang Islam


v Membangun Gereja-gereja


v Kawin campur


v Penyalahgunaan kedudukan


Kristenisasi menggerus keyakinan utama, digoda ilusi kebebasan dan kemilau harta. Dahulu kala, penjajah merampas politik dan ekonomi. Kini ditambah lagi pikiran dan hati, dipaksa menjadi kafir sejati terlepas dari ajaran tauhid para nabi.


Fakta indonesia merupakan target kristenisasi pada zaman sekarang.


Majalah Time edisi 30 Juni 2003 lalu, menurunkan tema unik yang mengundang perhatian tersendiri. Dalam edisi yang bergambar Salib emas yang sedang digenggam tersebut, Time menurunkan judul Should Christians Convert Muslim? Haruskah Kristen menarik Muslim? Kira-kira begitu terjemahan bebasnya. Dalam edisi tersebut dituliskan berbagai kiprah dan kemajuan gerakan Kristenisasi di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, dalam peta yang dilampirkan, negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, India dan Nigeria termasuk negara-negara dengan jumlah misionaris dan penginjil tertinggi. Dicantumkan dalam peta tersebut, jumlah penginjil dan misionaris yang tersebar di Indonesia diperkirakan 4.001 sampai 10.000 orang aktivis.

Angka di atas adalah data resmi yang bisa terdeteksi. Namun bisa jadi, jumlah yang sebenarnya jauh dari angka yang disebutkan oleh Time. Dengan jumlah dan gerakan yang masif seperti itu, dapat dibayangkan berapa besar angka rekruitmen yang mereka lakukan


Maka tindakan seorang muslim untuk mencegah hal tersebut adalah perlu adanya persatuan & keimanan yang kuat. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 103 :


و اعتصموا بحبل الله جميعا و لا تفرقوا


“ dan berpegang teguhlah kalian semua pada (tali) Allah dan janganlah kalian tercerai berai”


Maka dari itu janganlah kita menjual akidah kita hanya demi kucuran dolar atau rupiah sepeserpun. Jadilah bagian dari sebuah bangunan yang saling mengokohkan dan jangan menjadi pasukan yang saling menjatuhkan, jadilah pasukan demi menguatkan barisan Islam.

0 comments:

Post a Comment