Akhir-akhir ini stasiun
TV (baca:tipi) kita dipenuhi dengan berita tentang ketakutan manusia di
seantero jagad terhadap Flu Babi? Lho kok takut sama babi yang flu? Apa bisa
menular?
Bukan flu biasa kayak
yang menyerang manusia… tapi flu ini, duh gimana ya… panjang banget untuk
menjelaskannya.
Hmm, akan saya ulas
dengan cuplikan artikel yang saya dapat aja deh. Ditulis oleh dokter hewan
drh.Suryatman Wahyudi, berikut penjelasannya.
Baru-baru ini wabah flu
babi dilaporkan menginfeksi Amerika dan Meksiko. Korban meninggal di Meksiko
mencapai 68 orang, 20 orang positif flu babi dan 1.004 orang terinfeksi.
Sementara di Amerika flu babi telah menginfeksi 8 orang di Texas dan
California. Ditemukannya wabah flu babi ini apakah menjadi bertanda akan
terjadinya pandemik flu babi seperti kejadian flu burung beberapa tahun silam?,
saat ini belum diketahui pasti akan terjadinya pandemik atau tidak tetapi yang
penting antisipasi dan pencegahan ke arah itu harus diwaspadai. Terkait dengan
flu babi, berikut ini beberapa hal penting sebagai informasi yang berhubungan
dengan penyakit tersebut.
Flu babi adalah penyakit
flu yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. virus ini termasuk dalam
keluarga
Orthomyxoviridae. Virus flu babi ini masih satu
genus dengan virus penyebab
flu burung. Virus influenza A ini menjadi
perhatian karena galur virus yang berbeda menyebabkan influenza pada unggas,
kuda dan babi. Flu babi merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditakuti
selain flu burung karena dapat menginfeksi manusia.
Sejarah Influenza
Babi
Influenza babi pertama
kali diamati di Amerika Serikat bagian Tengah Utara pada saat terjadinya
epidemic influenza manusia tahun 1818-1819, dan dalam jangka waktu lama
dilaporkan hanya terjadi di daerah tersebut (tempat terjadinya wabah tahunan
pada setiap musim dingin). Influenza babi merupakan penyakit pernafasan yang
paling sering menyerang babi di Amerika Utara. Wabah juga dilaporkan terjadi di
Kanada, Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada awal tahun 1968. Di Eropa, flu
babi berjangkit pada tahun 1950-an di Cekoslovakia, Inggris dan Jerman Barat,
kemudian virusnya sepertinya menghilang.
Wabah kembali berjangkit
tahun 1976 di Italia bagian utara dan menyebar ke Belgia dan Prancis bagian
utara pada tahun 1979. Isolate virus influenza babi yang diambil di Eropa
selama dan setelah 1979 berkerabat tetapi jauh berbeda dengan galur klasik yang
dijumpai di Amerika Serikat. Secara antigenik dan genetik isolat Eropa, kecuali
Italia (serupa dengan galur Amerika Serikat) berkerabat dekat dengan isolat
virus H1N1 dari itik. Dengan demikian dua varian antigenic yang berbeda dari
virus influenza babi dari subtipe H1N1 dan beredar bersama-sama pada babi di
berbagai belahan dunia. Babi juga dapat diinfeksi oleh galur virus influenza
H3N2 yang berasal dari manusia dan unggas tetapi infeksinya tidak terlalu
kentara.
Influenza babi biasanya
muncul ketika babi yang berasal dari kawanan terinfeksi dimasukkan ke kawanan
yang peka. Penyakit ini seringkali muncul bersamaan pada beberapa peternakan di
suatu daerah dan terjadi wabah. Wabah mulai timbul pada akhir musim gugur dan
paling buruk selama musim dingin. Virus keluar melalui ingus, dan penularan
dari babi ke babi lainnya melalui kontak langsung atau menghirup
partikel-partikel kecil dalam air yang mengandung virus.
Virus influenza babi
(H1N1) juga menginfeksi kalkun dan manusia. Infeksi pada kalkun dapat
menimbulkan gejala klinis penyakit pernafasan atau menurunnya produksi telur
dan meningkatnya jumlah telur yang tidak normal. Infeksi pada manusia relatif
biasa terjadi pada jagal dan peternak babi dan dapat menyebabkan penyakit
pernafasan, terjadinya demam, lesu, letih, nyeri tenggorokan, penurunan nafsu
makan, dan mungkin diikuti muntah, mual dan diare. Penularan dari manusia ke
manusia biasanya terbatas dan belum ada catatan pasti.
Gejala Klinis
Masa inkubasi 1-3 hari.
Gejala klinis yang utama terbatas pada saluran pernafasan, mendadak timbul pada
sebagian besar babi dalam kelompok. Babi yang terinfeksi tidak mampu berjalan
dengan bebas dan cenderung bergerombol. Terjadi radang hidung, pengeluaran
ingus, bersin-bersin dan konjungtivitis. Babi yang terinfeksi menderita batuk
proksismal, disertai dengan punggung melengkung, pernafasan cepat, sesak,
apatis, anoreksia, rebah tengkurap dan suhu tubuh meningkat mencapai 41-41,5°C.
Setelah 3-6 hari babi biasanya sembuh dengan cepat, makan secara normal setelah
7 hari dan sejak tampaknya gejala klinis untuk pertama kalinya. Bila babi yang
sakit diussahakan tetap hangat dan tidak menderita cekaman, penyakit ini tidak
membahayakan dan dengan komplikasi yang sangat kecil serta tingkat kematian
kurang dari 1 %, tetapi babi yang menderita bronkopneumonia dapat berakhir
dengan kematian.
*Penulis adalah Dokter
Hewan dan bertugas di Puskeswan Selong, Kab. Lombok Timur-NTB
Hii… sungguh mengerikan
ya. Semoga artikel yang diambil dari sini, bisa bermanfaat bagi kita semua. Syukur mau
ditempelkan agar bisa dibaca warga.
0 comments:
Post a Comment