Powered by Blogger.

WHAT IS LOVE




Oleh : Septian Nugroho

Ada yang beranggapan bahwa cinta itu buta, cinta itu bukanlah ekonomi yang bisa di hitung untung atau rugi, cinta itu bukanlah PPKN yang penuh dengan undang – undang. Lantas apa makna cinta sebenarnya. Apakah orang mati melakukan bom bunuh diri dengan alasan kecintaan terhadap agamanya biasa dikatakan cinta ? . Apakah seorang remaja yang sedang berpacaran kemudian kebablasan biasa dikatakan cinta ?

Dalam Islam kata cinta terdapat 2, ada mahabbah ada mawaddah. Mahabbah adalah rasa cinta yang sewaktu – waktu biasa hilang, sedangkan mawaddah adalah menumbuhkan kembali rasa cinta yang akan mati. Makanya yang dibutuhkan oleh sepasang suami istri dalam Islam bukan hanya mahabbah tapi juga mawaddah yang dibingkai dengan rahmah.

Islam menyebutkan bahwa cinta itu fitrah.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS. Ar – Rum : 21) ”

Ini membuktikan bahwa tidak salah ketika kita mencintai seseorang asalkan kecintaan itu tidak melebih cinta kita kepada Allah . Namun banyak orang yang atas nama cinta, malahan menodai cinta itu, salah satunya dengan berpacaran yang ujung – ujungnya kebablasan. Dan inilah salah satu data dampak dari pacaran 54% remaja Kota Bandung pernah berhubungan seks. Bahkan, persentasenya paling tinggi dibandingkan kota-kota besar lain, seperti Jakarta (51%), Medan (52%) dan Surabaya (47%). (Kompas, 2006).

Islam mengajarkan kepada manusia supaya tidak mencintai secara berlebihan & tidak membenci secara berlebihan.

احبب حبيبك هوناما ، عسى ان يكون بغيضك يوماما ؛ وابغض بغيضك هوناما ، عسى ان يكون حبيبك يوماما – ر الترمذى

“Cintailah apa yang kau cintai sewajarnya, bisa jadi suatu hari ia akan jadi yang kau benci . dan bencilah apa yang kau benci sewajrnya, bisa jadi suatu hari akan jadi yang kau cintai” . HR At-Tirmidzi

Cinta dalam Islam memikirkan yang dicintainya selama – lamanya, cinta dalam Islam jujur dengan apa yang dicintainya, cinta dalam Islam serius & sungguh – sungguh dalam Islam. Alangkah indahnya Islam berbicara cinta. Wallohu A’lam Bi Shawab.





KH ISA ANSHARY SINGA PODIUM PENENTANG KOMUNISME





KH ISA ANSHARYSINGA PODIUMPENENTANG SEKULARISME
Oleh : Septian Nugroho
 Lahir di Minanjau, Agam, Sumatra Barat, 1 Juli 1916. Muhammad Isa Anshari memiliki kontribusi besar dalam memajukan dan membawa Persatuan Islam ( Persis ), satu dari sekian organisasi masa Islam yang ada di Tanah Air.
Sejak kecil Ia dikenal sebagai pribadi dengan jiwa petualang dan lekat dengan pendidikan agama. Menginjak usia 16 tahun, setelah menyelesaikan madrasah Islam, Ia kemudian merantau ke Kota Bandung untuk mengeyam pendidikan lebih dalam. Di Bandung inilah semangat pergerakannya kembali Ia kembangkan dengan bergabung dengan Persatuan Islam ( Persis )
Dalam usia belia, ia sudah terlibat aktif dalam organisasi pergerakan Islam. Ia tercatat pernah aktif di Muhammadiyyah, Partai Sarekat Islam Indonesia ( PSII ), Persatuan Pemuda Rakyat Indonesia, dan Indonesia Berparlemen.
Pada 1940, Kiai Isa, begitu sapaan akrabnya, dilantik sebagai anggota pimpinan pusat Persis. Ia banyak menorehkan torehan penting dalam sejarah perjalanan Persis. Diantaranya melakukan reorganisasi. Keberhasilannya mereorganisasi Persis membuatya terpilih menjadi ketua umum Persis perode 1953 – 1960. Dalam bidang pembinaan kader Persis, Isa Anshary menekankan pentingnya sebuah madrasah, tempat membina kader – kader Persis. Isa Anshary mencoba menghdupkan semangat para kadernya usaha menyebarkan agama Islam.

ANTIKOMUNISME



Kiai Isa dikenal sebagai figure yang keras menentang sekularisme dan komunisme, dua idiologi yang bersebrangan dengan Islam. Ia juga dikenal karena kegigihannya menyerukan dengan lantang penerapan syaria’at Islam. Untuk mengaktualisasikan gagasannya itu, ia memutuskan terlibat dijalur politik. Partai Masyumi menjadi pilihan kendaraanya saat itu.
Soal penguasaan massa dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Kiai Isa jagonya. Ini tampak dari pidatonya yang berapi – api dan membakar semangat. Sebab itulah, ia mendapat julukan Singa Podium.

MENENTANG SOEKARNO



Januari 1953, pidato soekarno di Kalimantan Selatan menuai polemik. Tokoh proklamator itu menegaskan, berdirinya negara Islam akan memicu perpecahan NKRI. Mendengar pidato itu, Kiai Isa tidak terima Ia menilai isi pembicaraan presiden pertama RI itu tidak demokratis serta inskonstutisional. Ia memberi contoh negara Islam yang dibangun Rosululloh Saw di Madinah justru membuat kehidupan masyarakat lebih baik, aman serta melindungi dan menjamin hak – hak kehidupan non Muslim.
Kiai Isa mengatakan, berbagai pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok separatis Islam adalah kesalahan dari pemerintah sekuler itu sendiri yang tidak menjadikan Islam sebagai filsafat negara.
Sikap dan pendirian Isa yang teguh terlihat pula saat berpidato di Semarang. Pada masa itu, suhu perpolitikan nasional tengah memanas buntut dari merajalelanya Partai Komunis Indonesia ( PKI )
Ia dengan lantang berpidato menentang komunis di alun – alun Kota Semarang yang saat itu menjadi basis komunis. Di depan ribuan pengunjung, pidatonya yang keras menjadi sorotan hamper semua media dan masyarakat. Srateginya dalam menyibak rahasia perlawanan komunis banyak menginspirasi masyarakat yang membuat para petinggi Masyumi terperangah.
Mereka tak menyangka orasi sang Singa Podium ini membuat masyarakat bangkit. Ini ditandai dengan munculnya gerakan menentang koalisi PNI – PKI menjelang pemilu 1955. Menurut Ia komunisme adalah musuh paling berbahaya di Tanah Air, mereka menganggap agama hanyalah candu yang mengekang manusia. Paham ini tidak boleh hidup diatas bumi pertiwi nusantara. Al – hasil perlawanan anti PKI ini menyebar ke seluruh nusantara.
Perjuangannya tak pernah berhenti meski menjelang ajal. Meski dalam kondisi sakit Kiai Isa tetap memberikan Khutbah Idul Fitri. 11 Desember 1969 sang mujaddi dan mujahid penegak Syariah Islam ini wafat, meninggalkan sejuta umat.

MIRACLE MOTIVATION ( kumpulan kata - kata motivasi )



Part 1

   

Rasa malu dan rendah diri akan kegagalan, hanyalah proses menju kesuksesan yang bernilai

 Pintu sukes selalu terbuka buat anda, seandainya pintu itu sudah tertutup pastikan anda telah berada di dalamnya

Kesuksesan terbesar adalah saat kita berhasil melakukan apa yang tidak biasa orang lain lakukan

Kemenangan terbesar dalam hidup bukanlah kita tidak pernah gagal melainkan bagaimana kita bisa bangkit dari kegagalan

Mudah untuk mendapatkan sesuatu tapi lebih penting merawat apa yang didapat sehingga menghasilkan sesuatu

Jika anda hanya melakukan apa yang anda bisa ketahui bisa dilakukan anda tidak akan melakukan sesuatu yang lebih besar.

Jangan pernah berikan pancing dan kail sebelum anda gunakan untuk keberhasilan anda

Jangan bersembunyi dengan apa kta orang tentang anda, takutlah hidup hanya satu kali anda belum pernah sukes

HUZAIFAH AL YAMANI : Intelejen Rosululloh Saw ( Ashabul Sir )


Ketika Amerika Serikat la'natulloh mempunyai CIA sebagai intelejennya, Indonesia mempunyai BIN sebgai intelejennya maka Rosullouh Saw mempunyai Huzaifah Al Yamani sebagai intelennya. bagaimana bisa huzaifah menjadi intelejen Rosul ?.

Profil Huzaifah.

Biasanya dipanggil Abu Abdullah. Nama lengkapnya Khuzaifah bin Hasal bin Jabir bin al-'Absy. Ayahnya, al-Yaman, berasal dari Mekkah dari bani 'Abs hanya saja ayahnya itu dimusuhi di kaumnya.

Akhirnya pindah ke Yastrib (Madinah). Di sana ayahnya bergabung dengan bani Abdul Asyhal dan menikah dengan bani itu. Dari sanalah lahir Khuzaifah. Setelah itu tidak lagi ada halangan bagi ayahnya untuk pulang pergi antara Mekkah-Yastrib. Setelah cahaya Islam menembus ke Jazirah Arab, beliau diantara bani 'Abs yang berikrar ikut ajaran Islam yaitu sebelum berhijrah ke Madinah.

Beliau terdidik di rumah muslim dimana kedua orang tuanya termasuk orang-orang pertama yang meyakini ajaran Islam. Kerinduan beliau untuk berjumpa dengan Rasulullah semakin kuat. Maklum saja, dulu waktu masih bayi Rasulullah lah yang memberi celak di matanya.

Sejak dirinya meyakini ajaran Islam, beliau selalu mengikuti dan mencari berita tentang Rasulullah. Beliau pergi ke Mekkah untuk bertemu Rasulullah. Setelah bertemu Rasulullah, beliau bertanya; " Wahai Rasul, apakahsaya termasuk muhajirin atau anshor?" Rasul menjawab; "Sekiranya kamu mau muhajirin ya silahkan, mau jadi anshor juga silahkan. Terserah kamu. Mana yang kamu sukai." Beliau berkata; "Kalau begitu saya anshor, wahai Rasul."

Hudzaifah telah diberikan kecerdasan dan kebijaksanaan yang membuatnya mengetahui bahwa kebaikan-kebaikan di dunia ini sudah sangat jelas bagi orang yang ingin mengerjakannya. Namun keburukan, masih kabur dan sering tersembunyi. Oleh karena itu, seseorang yang cerdas mestilah benar-benar mempelajari apa itu keburukan beserta tokoh-tkohnya dan apa itu kemunafikan beserta tokoh-tokohnya.

Suatu hari Hudzaifah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita dulu berada dalam kejahiliahan dan kejahatan, lalu Allah mendatangkan kepada kita kebaikan ini (maksudnya Islam), apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”

“Lalu apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?” tanya Hudzaifah kembali.

“Ya, dan di dalamnya ada kerusakan yang tersembunyi.”

“Apa kerusakan yang tersembunyi itu wahai Rasulullah?”

“Orang-orang yang menunjuki tanpa petunjuk yang benar, ada hal yang engkau terima dari mereka dan ada pula yang engkau ingkari.”

“Apakah setelah kebaikan itu ada lagi keburukan?”

“Ya orang-orang yang berdakwah di pintu-pintu Jahannam, siapa yang menyambut seruan mereka akan mereka lemparkan ke dalamnya.”

“Ya Rasulullah, terangkanlah mereka kepada kami.”

“Mereka juga dari bangsa kita dan berbicara memakai bahasa kita.”

“Apa yang engkau wasiatkan kepadaku andaikan aku mendapat masa itu?”

“Berpegang teguh dengan jamaah muslimin dan pemimpin mereka.”

“Andaikan mereka tidak punya jamaah dan pemimpin?”

“Jauhi semua kelompok itu walaupun untuk itu engkau akan berpegangan pada akar pohon sampai kematian menjemput dan engkau tetap dalam keadaan demikian.”
Oleh karena itu, Hudzaifah menjalani kehidupan dengan sangat menyadari dan peka terhadap berbagai fitnah dan celah-celah keburukan sehingga ia bisa menghindarinya dan juga memperingatkan manusia agar tidak terjebak ke dalamnya. Ia pernah berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling tahu tentang seluruh fitnah yang akan terjadi saat ini sampai hari Kiamat nanti.”

ORANG KEPERCAYAAN UNTUK MENJAGA RAHASIA RASULULLAH


Masalah yang paling besar dihadapi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin di Madinah al-Munawwarah adalah munculnya orang-orang munafik dan antek-anteknya dengan berbagai tipu daya, isu-isu bohong, dan konspirasi yang mereka lancarkan terhadap Nabi dan para sahabatnya.

Pada perang Tabuk, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bersama sahabatnya ke Madinah, sekelompok kaum munafik bermaksud untuk membunuh Nabi dengan melemparkan Nabi dari atas bukit.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan rencana jahat orang-orang munafik itu kepada Nabi-Nya. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih Hudzifah dari sekian sahabatnya untuk menjadi orang kepercayaan memegang rahasia karena kepercayaan Nabi kepadanya dan posisinya yang tinggi di mata Nabi. Nabi memberitahukan kepadanya nama-nama semura orang munafik dan berbagai konspirasi yang mereka rencanakan.

Hudzaifah bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, kenapa tidak engkau perintahkan saja untuk membunuh mereka?”

Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Aku tidak ingin orang-orang berkata bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta Hudzaifah bin Yaman untuk selalu mengikuti gerakan orang-orang munafik itu dan memonitor segala kegiatan mereka untuk mengantisipasi bahaya mereka terhadap Islam dan kaum muslimin.

Di samping sifat-sifat mulia yang dimilikinya, Hudzaifah juga memiliki ingatan yang sangat kuat. Ia pernah berkata, “Aku pernah melihat sesuatu yang sebelumnya pernah aku lupakan, tapi aku segera mengenalnya sebagaimana halnya seseorang mengenal sahabatnya apabila sahabatnya itu sempat menghilang lalu ketika ia lihat ia segera mengenalnya.”

Sejak hari itu Hudzaifah dijuluki sebagai orang kepercayaan rahasia Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika Umar ibnul Khaththab mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenyampaikan secara rahasia nama orang-orang munafik kepada Hudzaifah ibnul Yamaan –suatu rahasia yang tidak diberitahukan kepada sahabat yang lain selain Hudzaifah– ia segera menemui Hudzaifah. Sambil berharap, ia berkata, “Aku bersumpah dengan nama Allah, mohon engkau jawab, apakah aku termasuk orang munafik?”

Karena kasihan melihat Umar ibnul Khaththab, Hudzaifah menjawab, “Tidak, tapi aku tidak bisa menjamin seorang pun selainmu.” Hal itu ia katakan agar ia tidak menyebarkan rahasia yang telah diamanahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamkepadanya.

Ketika Umar ibnul Khaththab menjadi khalifah –setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan khalifah pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq, wafat– ia bertanya kepada Hudzaifah, “Apakah ada di antara pejabat-pejabatku di berbagai daerah yang termasuk orang munafik?”

Hudzaifah menjawab, “Ya, ada satu.”

“Siapa dia?” tanya Umar.

“Tidak akan aku sebutkan.”

Tapi tidak berapa lama setelah itu Umar ibnul Khaththab mengetahui siapa orang yang dimaksud sehingga ia segera memecatnya dari jabatannya.

Apabila ada salah seorang kaum muslimin yang wafat, Umar ibnul Khaththab segera bertanya tentang Hudzaifah. Apabila ia tahu Hudzaifah ikut menyalatkannya, maka ia juga akan menyalatkannya. Tapi apabila Hudzaifah tidak ikut menyalatkannya maka Umar juga tidak akan ikut menyalatkannya.

Sumber: Pendekar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ksatria Islam yang Gagah Berani, Asyraf Muhammad al-Wahsy, Gema Insani Press, 2011


A. HASAN VS M. AHSAN


  



A.Hasan VS M. Ahsan



Sebuah perdebatan ilmiah pernah terjadi antara A. Hasan ( tokoh Persatuan Islam) dan seorang atheis bernama M. Ahsan. Perdebatan terbuka yang dihadiri ratusa orang itu berlangsung di Gedung Al – Irsyad Al – Islamiyyah, Surabaya tahun 1955. Dalam atuan perdebatan, masing – masing saling mengajukan pertanyaan, kemudian menjawab atau menyanggah. Tidak boleh ada caci maki, epuk tangan dan terrtawa dari semua yanghadir

Sebagai atheis M. Ahsan menhajukan pertanyaan kepada A. Hasan

M.A : Saya mau dibuktikan adanya Tuhan dengan panca indera dan perhitungan dan

bentuk. Karena tiap – tiap yang berbentuk, seperti kita semua, mestinya

dijadikan oleh bentuk juga ….

A.H : tidak dapat dibuktikan dengan panca indra karena ada banyak perkara yang kita

akui adanya, Tetapi tidak dapat dibuktikan dengan panca indra

M.A : seperti apa ?

A.H : Tuan ada punya akal, fikiran dan kemauan ?

M.A : Ada

A.H : bisakah tuan membuktikan dengan panca indra ?

M.A : Tidak bisa

A.H : Bukan suatu undang – undang ilmiah dan bukan aqli bahwa tiap – tiap satu

yang berbentuk Itu penciptanya mesti berbentuk juga. Ada banya perkara, yang

tidak berbentuk dibikin oleh yang berbentuk ….

M.H : Seperti apa ?

A.H : Saya berkata – kata, perkataan saya tidak berbentuk sedang saya sendiri yang

menciptakannya Berbentuk. Bom atom berbentuk dan bisa menghancurkan

semua yang berbentuk disekelilingnya. Sedang akal yang membkinnya tidak

berbentuk. Kekuatan elektrik tidak berbentuk, tetapi bisa Menghapuskan dan

melebur semua yang berbentuk. Jadi buat mengetahui sesuatu, tidak selamanya

dapat dengan panca Indra. Dan pencipta sesuatu berbentuk, tidak sealu mesti

berbentuk.





Bersambung…………….

EMPAT KECERDASAAN ORANG BERTAQWA





Empat Kecerdasan Orang Bertaqwa

Oleh : Septian Nugroho

Banyak ilmuwan zaman sekarang yang menyebutkan teori tentang otak manusia. Salah satunya yang membagi kecerdasan otak kepada 3 bagian IQ,EQ & SQ. Namun ternyata teori merupakan hasil jiplakan dari kitab yang 14 abad lalu tampil duluan menerangkan teori ini. Kitab yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Mengetahui. Yang dibawa oleh seorang manusia cerdas, penyabar, dan religius yaitu Muhammad Saw.

Al – qur’an mengajarkan kepada umatnya untuk cerdas dalam segala hal, sehigga dengan kecerdasannya biasa mencapai derajat ketqwaan. Berikut Lima Kecerdasan yang wajib dimiliki untuk mencapai derajat ketaqwaan


الذين ينفقون في السراء والضراء ا

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, …..QS. Ali – Imran 134)”


Islam menanamkan mental memberi kepada umatnya, sekalipun keadaannya harus menerima. Islam mengajarkan peduli terhadap sesama dalam keadaan apapun. Islam pun mengarjarkan kepada umatnya untuk menjadi seorang yang banyak harta , sehingga biasa membantu terhada sesama. Sahabat Abrurahman bin Auf menjadi pengusaha kaya digolongan orang – orang arab & menginfaqkan sebagian hartanya , Abu Bakar As Shidiq menjadi seorang yang kaya raya dan menginfaqkan seluruh harrtanya. Abu bakar & Abruraman didikan al – qur’an, cerdas dalam segi finansial & sosial.



والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ali – Imran 134)"



Orang bertaqwa senantiasa untuk bisa menahan amarahnya sekalipun kala itu dia sangat ingin marah. Senantiasa memaafkan kesaahan orang lain kepada dirinya , membalasnya dengan kebaikan mampu mengontrol emosinya. Nabi Muhammad ketika hijrah ke Thaif bersama Zaid bin Haritsah dilempari oleh orang – orang thaif dengan batu, kemudian Nabi Muhammad ditanya oleh malaikat gunung, gunung mana yang akan kamu kirim untuk aku lemparkan kepada mereka masyarakat Thaif. Nabi Muhammad melarang malaikat itu dan berkata semoga alllah menjadikan mereka (masyarakat Thaif) menjadi pembela Islam dan ampunan Allah bagi mereka. Nabi Muhammad sosok yang cerdas dalam segi emosional. Orang lain melempar dengan batu ia balas dengan buah.



والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموا أنفسهم ذكروا الله فاستغفروا لذنوبهم ومن يغفر الذنوب إلا الله ولم يصروا على ما فعلوا وهم يعلمون

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui (QS. Ali Imran 135).”



Dalam pembagian otak manusia ada titik yang disebut titik tuhan atau god spot. Titik ini akan teraliri darah ketika manusia bersujud, untuk senantiasa mengingat Allah disaat susah dan senang, sehinggga ketika orang sudah terikat dengan agama Allah hidupnya akan senantiasa memperoleh ketenangan.

Itulah empat kecerdasan yang harus dimiliki oleh orang bertaqwa. Wallohu a’lam bis shawab.

AIR MATA ROHINGNYA





SEMUA TENTANG ROHINGYA

Rohingya adalah Negara bagian Rakhine (Arakan) adalah negara bagian di Myanmar sebelah barat yang berbatasan dengan Bangladesh. negara bagian termiskin dan terisolasi, dihuni oleh sekitar 5 juta penduduk Rohingya yang Muslim dan Rakhine/Maghs yang beragama Buddha.

Siapa suku Rohingya ?

Suku Rohingya adalah muslim minoritas yang tinggal pada daerah utara negara bagian Rakhine (Arakan), dari segi fisik suku Rohingya mempunyai kemiripan dengan orang India dan Bangladesh


Penganiayaan terhadap Rohingya  
 Pada tahun 1978, sebanyak 167,000 muslim Rohingya mengungsi Bangladesh, “Operation Nagamin Sit Sin Yay" (Operasi Raja Naga) dalam operasi ini banyak muslim yang terbunuh, diperkosa dan disiksa.

Banyak juga masjid yang dihancurkan dan penganiayaan yang berbasis agama lainnya

(The State of the World’s Refugees-UNHCR Report 2007)


 Pada tahun 1991 sampai 1992,penganiayaan dan pembantaian muslim Rohingya terjadi kembali sekitar 250.000 orang kembali mengungsi ke Bangladesh (The State of the World’s Refugees-UNHCR Report 2007)

sejak saat itu suku Rohingya menjadi stateless (tidak mempunyai hak) dipersulit dalam hal kesehatan, pendidikan, pernikahan, keluarga dan ekonomi. “How could they claim that they came from Burma when in fact they come from Bangladesh,” (Aye Tha Aung, Tokoh Adat Arakan dan Anggota Parlemen).

SDPC menolak klaim suku muslim Rohingya, yang mendiami negara bagian Rakhine (Arakan) Burma, sebagai salah satu suku Burma, SDPC mengklaim mereka bagian dari Bangladesh (Irrawady Press, 18/02/09)

Di Bangladesh, minimal 16 orang tinggal dalam tenda yang berukuran 3 m2 (thedailystar.net)

 Desember 2008, 9 kapal kayu bermuatan 200 orang/kapal lepas landas dari myanmar untuk menyelamatkan diri dan agama menuju Thailand

 12 hari kemudian, Kami dipukuli oleh pasukan keamanan yang datang silih berganti, diberi minum seteguk air putih sekali dalam sehari, hanya diberi makan beras yang tidak dimasak,


kami dipukuli sebelum kami dilepaskan ke tengah samudera (Rahmat bin Muhammad Daud, Okezone), Militer Thailand meletakkan kami di sebuah kapal dan mengusir kami keluar,kelautan luas tanpa persediaan makanan yang cukup(Zubair, Islamonline)

 Januari 2009, 198 dalam keadaan malnutrisi akut dan 22 meninggal


Mengapa Mereka Terusir ?

"Di Myanmar kami tidak diberi kesempatan untuk beribadah,jika shalat berjamaah kami ditangkap dan dipenjarakan, masjid kami ditutup. Lebih baik kami mati di tangan orang muslim ketimbang mati di Myanmar,“ (Rahmat Bin Mohammad Daud, Rohingya Muslim)

"Di sana (di Myanmar) junta militer sedang berusaha membersihkan masyarakat minoritas Muslim dengan memaksa mereka meninggalkan rumah dan menjalani kerja paksa tanpa bayaran. Perkosaan, pembunuhan, dan penyiksaan lain terjadi di mana-mana,“ (Abdul Motaleb, Rohingya Muslim -Reuters)

Seorang mukmin adalah cermin mukmin yang lain. Seorang mukmin adalah saudara mukmin yang lain, di mana saja ia bertemu dengannya, ia akan mencegah tindakan mencemari kehormatan saudaranya dan akan melindunginya dari baliknya (HR Bukhari dan Abu Dawud)

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga dia menyukai kebaikan bagi saudaranya

seperti apa yang dia sukai bagi dirinya sendiri (HR Bukhari - Muslim)

Suatu ketika seorang muslimah di kota Amuria dilecehkan dan ditahan, lalu terdengarlah sampai telinga khalifah Mu’tashim diriwiyatkan, kepala pasukan sudah berada di Amuria sedangkan ekornya berakhir di Baghdad, bahkan masih banyak tentara yang ingin berperang. Untuk membayar penghinaan tersebut 30.000 tewas dan 30.000 lainnya menjadi pesakitan

Rosululloh Saw bersabda : “ la ghalabah illa bil quwwah, wa la quwwata illa bil ittihad (tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan & tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan.”