Powered by Blogger.

Masih adakah kejujuran di negri ini


Masih adakah kejujuran di negri ini ???????????????




Dizaman sekarang ini,dimana segala sesuatu telah diukur dengan uang .sungguh sangat sulit mendapatkan orang-orang yang tulus.setiap kebaikan mesti mendapatkan dengan komisi,lowongan pekerjaan sudah dsijadikan barang objekan oknum officer.haanya yang biasa membayar lebih tinggi yang bisa mengisi kursi .begitu juga dengan seleksi pegawai negri,ada komisi anda bisa jadi ,tanpa komisi jangan harap bisa jadi. Ditambah lagi kasus jual beli kursi di perguruan tinggi .



Contoh yang paling aktual adalah maraknya mafia peradilan. Entah sudah berapa orang hakim,jaksa atau polisi yang masuk bui gara – gara komisi. Dan tentunya masih banyak lagi yang masih berkeliaran menghirup udara bebas. Kita sebagai rakyat kecil sudah geram mendengar berita televisi atau koran tentang kelicikan para pemburu komisi . segala macam cara dari mulai yang halus sampai kasar menjurus pada penghilangan nya seseorang . mereka lakukan hanya untuk memuluskan nafsu materil. Maka tidak heran jika keadilan di negri ini sulit dan tidak pernah bisa ditegakan .



Kejujuran dan ketulusan adalah 2 kata yang sangat asing kita dengar dari penyiar berita televisi mana pun . kita begitu rindu mendengar berita tentang kejujuran dan ketulusan . etntah itu berasal dari rakyat biasa, terlebih lagi dari pejabat publik.



Sayangnya kita sudah terkontaminasi oleh suatu penyakit bernama kebiasaan . menyerahkan uang pelicin untuk memeuluskan jalan menju suatu jabatan sudah tidak dianggap kriminal, karena biasa. Menerima amplop dari orang tua dengan pesan anaknya dijamin naik kelas dianggap sebagai hal yang normal karena biasa dilakukan banyak orang. Dan banyak lagi kejahatan yang dilakukan secara masal namun dianggap yidak apa- apa karena alasan kebiasaan.



Jika kebiaaan tidak jujur kita wariskan kepada generasi setelah kita niscaya bangsa ini berubaha menjadi bangsa bandit. Bangsa yang melegalkan kejahatan,bangsa yang menyebarluaskan kerusakan dimuka bumi adalah bangsa yang berhak atas azab Allah SWT.seperti kaum tsamud karena kecurangannya mengurangi timbangan







Wahai pemuda – pemudi bangsa

Ketulusan dan kejujuran tidak akan tumbuh sendiri,apalagi dihati yang telah gersang dipenuhi oleh debu matrealisme. Ketulusan an kejujuran harus ditanam,disitami dan dinutrisi agar terus tumbuh dan berkembang



Mari kita mulai menanam bibit kejujuran dari mulai hal- hal yang kecil ,kepada orang- orang terdekat dan secepat mungkin. Semoga dengan kesadaran satu atau dua individu akan pentingnya hidup dalam kejujuran dan ketulusan bangsa ini tertunda dari azab



Dan semoga dengan menyebarnya bibit kejujuran dan ketulusan ,azab yang seharusnya menimpa bangsa Indonesia dicabut kembali Allah SWT.



0 comments:

Post a Comment