skip to main |
skip to sidebar
Posted by Septian Nugroho
Monday, October 14, 2013
0 comments
DENGAN IEDUL ADHA KITA PERKOKOH KOMITMEN
KITA DALAM MENGEMBAN TUGAS DAKWAH

الحمد لله نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا ؛ من يهد الله فهو المهتد، ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا ، اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمد عبده و رسوله، اما بعد
Al-Ai’din wal-Ai’dat ,
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa Lillahilhamdu,
Pertama-tama kita panjatkan syukur alhamdulillah, yang dengan bimbingan inayah, rahmat dan hidayah-Nya, pagi ini kita masih diberi kesempatan dan kemampuan untuk bersama-sama menunaikan shalat Iedul Adha atau Iedul Qurban, yang merupakan salah satu diantara dua hari raya dalam Islam. Juga salah satu diantara rangkaian ibadah seputar tanggal 10 dzul Hijjah yang dinyatakan Rasulullah saw sebagai ibadah yang memiliki nilai-nilai utama, yakni ibadah haji, shaum arafah, dan ibadah qurban. Kita berharap dan berdo’a semoga Allah swt menerima ibadah-ibadah kita tersebut, sebagai ibadah yang maqbul dan mabrur, serta jadi kifarat atas segala kealfaan dan dosa-dosa kita selama ini. Amien.
Al-A’idin wal-Ai’dat,
Allah swt telah memposisikan kita, umat Islam sebagai umat dakwah, sebagai umat terbaik yang diturunkan di tengah-tengah pergaulan manusia, dengan sebuah catatan,jika kwalitas iman dan kwalitas dakwah kita juga baik. Hal ini seperti diisyaratkan oleh Allah swt dalam firman-Nya :
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ- ال عمران : 110
“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” ( QS.Ali Imran : 110)
Jika selama ini dirasakan atau dinilai umat Islam dalam posisi tersudutkan atau termarjinalkan, kemungkinan penyebabnya ada pada dua hal tersebut. Akibat kwalitas iman atau kwalitas dakwah yang belum baik.
Dakwah juga merupakan tugas yang amat mulia, dan memiliki nilai penting dalam memelihara keselamatan umat manusia dari bencana, malapetakan atau azab Allah swt. Hal ini dijelaskan Allah swt dalam firman-Nya :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ – فصلت :33
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (QS.Fushilat :33).
Nabi saw bersabda :
مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهَا وَمِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا – ر مسلم وابن ماجة
“Barangsiapa yang menuntun kepada kebaikan, lalu tuntunan itu diamalkan, maka baginya akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang-orang yang mengamalkannya, tidak dikurangi dari pahalanya itu sedikitpun. Dan barangsiapa yang menuntun kepada keburukan, lalu keburukan itu diamalkan, maka ia akan mendapatkan dosa sebesar dosa orang-orang yang mengamalkannya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa itu.” (HR.Muslim dan Ibnu Majah)
Dalam sebuah kesempatan ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi saw : “ Ya, Rasulallah, A Tuhlika al-Qaryatu wa fiha as-shalihun ? “ (Ya Rasulullah, Mungkinkah penduduk sebuah negeri oleh Allah dibinasakan, padahal di negeri itu masih ada orang-orang shaleh ? ) Nabi saw menjawab : “ Na’am” ( ya, bisa !). Sahabat tersebut bertanya lagi agak heran : “ wa bi ma, ya Rasulallah ? “ ( bagaimana bisa ya Rasulullah ?). Beliau menjawab: “ Bi sukutihim wa tahawunihim ‘ala ma’ashillahu “ ( Disebabkan orang-orang salehnya berdiam diri, dan cuek, tidak mau tahu terhadap kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah ). (HR. Ath-Thabrani ).
Tugas amar makruf dan nahi munkar bukanlah hanya tugas sekelompok orang, melainkan tugas seluruh kaum muslimien, apapun jabatan dan profesi dia, sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya, melalui berbagai pendekatan yang bisa dilakukan dengan ma’ruf. Hal ini seperti tecermin pada sabda Nabi saw :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ – ر مسلم
“ Barangsiapa di antara kamu mendapatkan kemunkaran maka hilangkanlah kemunkaran itu dengan kekuasaannya, jika tidak bisa, maka dengan omongannya, dan jika tidak bisa lakukanlah dengan hatinya, dan itu selemah-lemah iman. “ (HR.Muslim).
Al-A’idin wal A’idat,
Tantangan dakwah yang kita hadapi kini dan ke depan terasa semakin berat dan kompleks.
Dari sekian banyak problematika dan tantangan dakwah bisa kita identifikasi antara lain sebagai berikut :
Pertama, Harakah Irtidad, Gerakan pemurtadan. Terutama gerakan kristenisasi.
Meski menurut firman Allah di QS. Ali Imran : 49 bahwa Nabi Isa as adalah “ Rasulan ila Bani Israila” Seorang rasul untuk Bani Israel, dan Nabi Muhammad saw dalam sabdanya riwayat Imam Al-Bukhari menegaskan : “ Wa kana an-Nabiyyu Yub’atsu ila qoumihi khashshatan, wa bu’itstu ila an-nasi ‘ammatan “ Para nabi itu ( termasuk Nabi Isa as ) diutus hanya kepada kaumnya saja, sedang aku diutus kepada seluruh umat manusia . Namun ternyata dalam agama mereka ada doktrin atau kewajiban dakwah mengajak bukan hanya kepada Bani Israel, tapi kepada semua manusia termasuk umat Islam untuk masuk ke dalam agama mereka. Diantara doktrin itu :
a) “ Kepadaku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi, oleh karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dengan nama Bapak, Anak, dan Roh Kudus “ ( Matius 28 : 20)
b) The Decree on The Missionary Activity of The Church ( Ad Gentes), yang diumumkan Paus Paulus VI ( 18/11-1965 ) : “ Gereja memiliki tugas suci untuk menyebar injil kepada seluruh bangsa dan seluruh manusia. Semua manusia harus dikonversi ke dalam Yesus, dikenalkan kepada Yesus oleh misi Gereja. Semua harus disatukan dengan cara dibaptis ke dalam gereja dan tubuh Kristus “
c) Dalam laporan tentang Centanary Conference on the Protestant Missions of The World , di London tahun 1888, DR. George F.Post : “ We must meet Pan-Islamism with Pan Evangelism, it is a fight for life, we must go into Arabia, we must go intu Sudan, we must go into Central Asia , and we must Christianize these people, or.. they will march over their desert, and they will sweep like a fire that shall devour our Christianity and destroy it.” (Kita harus mempertemukan masyarakat muslim dengan masyarakat Kristen, ini adalah perjuangan untuk bisa hidup. Kita mesti masuk ke dunia Arab, kita mesti masuk ke Sudan, kita mesti masuk ke Asia Tengah, kita mesti mengkristenkan mereka , atau… merekalah yang akan berjalan melewati gurun mereka, kemudian mereka akan menyapu laksana api yang akan menghanguskan kekristenan kita dan menghancurkannya.”
d) Motto Konsili Vatikan II : “ Tak ada bangsa yang terlalu primitif, sehingga tidak cocok dengan misi Kristen dan tidak ada bangsa yang terlalu maju, sehingga tidak membutuhkan misi Kristen.”
e) Dalam Redemtoris Misio ( 7/12-90 ) Paus Yohanes Paulus II menyerukan :” Pop calls on Catholic to spread Christianity, to evangelize in all part of the world “ ( To open the door to Christ ).
Dengan doktrin-doktrin tersebut serta dukungan financial yang kuat, mereka berdakwah begitu giat, intensif bahkan eksesif dengan menggunakan berbagai cara dan pendekatan, terutama dengan mengeksploitasi kemiskinan dan ketertinggalan di bidang pendidikan sebagian masyarakat muslim, melalui iming-iming materi untuk menarik mereka pindah agama , atau murtad dari Islam.
Allah swt. Sudah mengingatkan kita dalam firman-Nya :
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -البقرة : 109
“ Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” ( QS. Al-Baqarah : 109)
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ – البقرة : 120
“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS.Al-Baqarah :120)
Kedua, Bermunculannya Aliran dol-Mudil , Aliran Sesat dan Menyesatkan serta bermunculannya mereka yang mendakwakan diri sebagai nabi, alias nabi palsu. Hal ini tentu tidak bisa dan tidak boleh dibiarkan, sebab akan menjadi preseden buruk bagi kemurnian ajaran Islam serta akan sangat merugikan bagi para pengikutnya kelak di hadapan Allah swt. Terkait dengan ini Allah swt sudah mengingatkan bahwa kelak di akhirat akan ada banyak orang yang menyesal disebabkan telah salah langkah, dengan meninggalkan ajaran Al-Qur’an dan as-Sunnah, malah mengikuti aliran sesat dan menyesatkan.
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَالَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا(66)وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا(67)رَبَّنَا ءَاتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا(68) – الاحزاب
Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar". (QS. Al-Ahzab : 66-68)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Rakernasnya tahun 2007 telah menetapkan sepuluh kriteria Aliran Sesat, sebagai pedoman bagi masyarakat dan pemerintah dalam mewaspadai dan menyikapi sebuah kelompok atau aliran keagamaan, yakni : 1) Mengingkari Rukun Iman dan Rukun Islam. 2) Meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil-dalil syar’i ( Al-Qur’an dan As-Sunnah ). 3) Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur’an. 4) Mengingkari otentisitas dan kebenaran isi Al-Qur’an. 5) Melakukan penafsiran Al-Qur’an tidak berdasar Kaidah Tafsier. 6) Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam. 7) Melecehkan atau merendahkan para Nabi dan Rasul. 8) Mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir. 9) Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan Syari’ah. Dan 10) Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.
Kita juga sangat prihatin dengan semakin banyaknya dukun, paranormal atau ”orang pintar” melalui televisi membodohi masyarakat kita, dengan mengundang masyarakat untuk diramal nasib dan masa depannya dengan cara mengirim pertanyaan melalui sms. Padahal soal nasib dan masa depan merupakan masalah gaib, merupakan rahasia Allah swt. Allah swt berfirman :
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ – لقمان : 34
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.Luqman: 34)
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ – النمل : 65
Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.(QS. An-Namal: 65)
Nabi saw sudah mengingatkan kita untuk tidak mempercayai ramalan kahin alias dukun :
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - ر احمد
Barangsiapa yang datang kepada dukun atau “ orang pintar” dan mempercayai omongannya, maka ia telah kufur kepada wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Ketiga, Penyakit Masyarakat (Pekat) atau munkarat yang makin merajalela, baik kwantitatif maupun kwalitatif. Berupa: Prostitusi dan aborsi, perjudian, Narkoba dan zat adiktif, minuman keras, serta sadisme. Jutaan kasus aborsi pertahun yang sebagain besar dilakukan oleh mereka yang hamil di luar nikah alias hasil zina, ditemukannya paberik-paberik ekstasi besar, ditangkapnya banyak penyelundup heroin dalam jumlah yang spektakuler, maraknya kasus mutilasi, merupakan problematika dakwah dan indikasi lemahnya gerakan nahi munkar serta penegakkan hukum di negeri ini. Membiarkan merajalelanya al- fahisyah atau kejahatan-kejahatan tersebut bisa mengundang turunya bencana, malapetaka dan azab Allah. Seperti yang pernah menimpa masyarakat zaman dulu. Umat Nabi Luth as yang terkenal sebagai komunitas homoseks dan lesbi pertama dimuka bumi yang dihujani batu, umat Nabi Su’eb as yang disambar-sambar halilitar akibat kecurangan dan ketidak adilan dalam bidang ekonomi, umat Nabi Nuh as yang ditenggelamkan dengan banjir bandang yang dahsyat karena mengingkari dakwah Nabi Nuh as yang menyeru kepada agama tauhid, umat Nabi Musa seperti Korun, konglomerat bakhil dan culas yang ditelan bumi, dsb. Allah menjelaskan :
فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ- العنكبوت : 40
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. ( QS. Al-Kabut : 40 ).
Keempat, Liberalisme. Liberalisme berasal dari bahasa latin Liber, yang artinya bebas atau merdeka. Sebagai ajektif kata liberal dipakai untuk menunjukan sikap anti feodal, anti kemapanan, rasional, bebas merdeka (independent), berfikiran luas dan terbuka (open-minded) dan oleh karena itu merasa hebat (magnanimous ).
Dalam Bidang Politik, liberalisme dimaknai sebagai sebuah sistem yang menentang mati-matian sentralisasi dan absolutisme kekuasaan. Munculnya republik-republik dengan sistem demokrasi menggantikan kerajaan atau kesultanan tidak lepas dari liberalisme ini. Sistem demokrasi liberal yang diterapkan di berbagai negara termasuk di Indonesia, disamping mungkin mengandung nilai positif, ternyata implikasi negatifnya juga tidak sedikit. Maraknya money politik dan riswah (suap), regim yang korup, konflik horizontal dan terkurasnya energi masyarakat. Sementara pemimpin yang dihasilkan belum tentu yang terbaik seperti yang didambakan masyarakat itu sendiri.
Dalam Bidang Ekonomi, liberalisme menunjuk kepada sistem pasar bebas, dimana peran dan intervensi pemerintah sangat dibatasi. Kini liberalisme ekonomi menjadi identik dengan kapitalisme. Negara-negara miskin cenderung menjadi wilayah pinggiran bagi perekonomian negara-negara kaya. Peran pemerintah yang mestinya melayani dan melindungi kepentingan rakyatnya, bergeser menjadi melayani dan melindungi kepentingan para pemodal atau investor internasional yang telah menginvestasikan modalnya di negara tersebut. Bahkan tidak jarang kebijakan ekonomi negara-negara miskin secara terang-terangan mengambil posisi berlawanan dengan aspirasi rakyat mereka sendiri. Krisis ekonomi global yang sangat eksesif saat ini, yang dimulai dengan krisis keuangan AS, merupakan bencana kapitalisme. AS kini benar-benar menghadapi krisis keuangan yang sangat dahsyat. Perusahaan-perusahaan besar yang jadi ikon AS jatuh bangkrut, bisnis macet, pengangguran melonjak, utang luar negeri membengkak, defisit Anggaran mencapai US$ 455 miliar dollar pada tahun fiskal 2008. Menurut Biro Sensus AS kini lebih dari 37 juta warga AS hidup di bawah garis kemiskinan. Lebih dari 29 juta warga hidupnya bergantung kepada kupon bantuan pemerintah untuk membeli pangan (food stamp) yang dibagikan pemerintah, kupon senilai US$ 5,87 ( Rp 60.000).
Editorial The New York Times 20/9-08 dengan sangat keras mengecam sistem kapitalisme liberal yang diterapkan regim Bush sebagai sumber malapetaka ini. Menurut editorial itu, rakyat AS harus diberitahu kebenaran yang fundamental bahwa krisis yang sekarang menerpa AS terjadi sebagai hasil sebuah kesengajaan dan kegagalan sistemik dari pemerintah untuk mengatur dan memonitor aktivitas bankir, kreditor, pengelola dana (hedge funds), asuransi dan pemain pasar lainnya. Kegagalan pengaturan ini, pada masanya didasari pada kepercayaan suci dari pemerintahan Bush bahwa pasar dengan tangan silumannya bekerja dengan sangat baik ketika ia dibiarkan bekerja sendiri, mengatur diri sendiri dan mengawasi dirinya sendiri. Negeri ini sekarang harus membayar mahal harga khayalan itu. Maka berbagai penjaminan, penalangan yang sekarang dilakukan pemerintah hanya langkah pertama, setelah itu yang harus dilakukan adalah bekerja keras untuk membuat regulasi yang dibutuhkan oleh sebuah sistem keuangan yang terpercaya.
Di Bidang Sosial kaum liberalis telah melegalkan Homoseksual. Dignity, sebuah organisasi Gay Katolik Internasional pada tahun 1976 saja sudah memiliki cabang di 22 negara bagian AS. Di Australia ada organisasi serupa Acceptance, di Inggris ada Quest, di Swedia ada Veritas. Fakta yang fenomenal terjadi ketika Nopember 2003 seorang pendeta bernama Gene Robinson yang notabene seorang homoseks telah dilantik menjadi Uskup Gereja Anglikan di New Hampshire. Liberalisme mengajarkan bahwa Seks bebas dan aborsi sebagai privasi individu yang tidak boleh dicampuri oleh aturan agama atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, selama individu tersebut senang, sukarela, suka sama suka. Masyarakat dan agama tidak boleh menghakimi mereka. Padahal dampak terkejam dari prilaku seks bebas adalah kecenderungan manusia untuk lari dari tanggung jawab. Ketika terjadi kehamilan, jalan yang ditempuh adalah aborsi. Dengan demikian esensi dari free-sex itu adalah pembunuhan terhadap manusia. Kaum liberalis menuntut emansipasi wanita, kesetaraan gender dengan mengabaikan nilai-nilai agama. Dengan jargon kebebasan (liberty) dan persamaan (egality), kaum feminis secara ekstrim telah memunculkan semangat melawan dominasi laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga. Banyak pria atau wanita yang lebih memilih hidup sendiri. Kebutuhan seksual dipenuhi dengan zina (free-sex), kebutuhan akan anak dipenuhi dengan adopsi dan bertindak sebagai single parent. Jika tidak mau direpotkan dengan anak, maka aborsi jadi solusi. Sejumlah negara Barat telah melakukan ” Revolusi Jingga “ dengan mengesahkan undang-undang yang melegalkan perkawinan sejenis.
Liberalisasi Agama, dialami pertama kali oleh Agama Kristen yang mulai bersinar di Eropa ketika pada tahun 313 Kaisar Konstantin mengeluarkan surat perintah (edik) yang isinya memberi kebebasan kepada warga Romawi untuk memeluk Kristen. Bahkan pada tahun 380 Kristen dijadikan sebagai agama negara oleh Kaisar Theodosius. Menurut edik Theodosius semua warga negara Romawi diwajibkan menjadi anggota gereja Katolik. Agama-agama kafir dilarang. Bahkan sekte-sekte Kristen di luar “gereja resmi” pun dilarang. Dengan berbagai keistimewaan ini, Kristen kemudian menyebar ke berbagai penjuru dan dunia, bahkan menjadi sebuah imperium yang otoriter dengan selalu mengatasnamakan kehendak Tuhan.
Liberalisme muncul di Eropa sebagai reaksi dan perlawanan atas otoriteritas gereja yang dengan mengatasnamakan Tuhan telah melakukan penindasan. Konon tidak kurang dari 32.000 orang dibakar hidup-hidup atas alasan menentang kehendak Tuhan. Galileo, Bruno dan Copernicus termasuk di antara saintis-saintis yang bernasib malang karena melontarkan ide yang bertentangan dengan ide Gereja. Untuk mengokohkan dan melestarikan otoriteritas itu, Gereja membentuk institusi pengadilan yang dikenal paling brutal di dunia sampai akhir abad 15, yaitu Mahkamah Inkuisisi. Karen Armstrong dalam bukunya Holy War : The Crusade and Their Impact on Today’s World (1991:456) menyatakan : Most of us would agree that one of the most evil of all Christian institutions was the Inquisition, which was an instrument of terror in the Chatholic Chuch until the end of seventeenth century. Despotisme Gereja ini telah mengakibatkan pemberontakan terhadap kekuasaan Gereja. Kaum liberal menuntut kebebasan individu yang seluas-luasnya, menolak klaim pemegang otoritas Tuhan, menuntut penghapusan hak-hak istimewa gereja maupun raja. Liberalisme membolehkan setiap orang melakukan apa saja sesuai dengan kehendaknya. Manusia tidak lagi harus memegang kuat ajaran agamanya, bahkan kalau ajaran agama tidak sesuai dengan kehendak manusia, maka yang dilakukan adalah melakukan penafsiran ulang ayat-ayat Tuhan agar tidak bertabrakan dengan prinsip-prinsip dasar liberalisme. Wajar jika kemudian berbagai tindakan amoralpun seperti : homoseksual, sek bebas, aborsi, dan juga berbagai aliran sesat dan menyesatkan dalam agama dianggap legal karena telah mendapatkan justifikasi ayat-ayat Tuhan yang telah ditafsir ulang secara serampangan dan kacau.
Di antara sejumlah tokoh yang berani menentang otoritas Gereja adalah Nicolaus Copernicus (1543 M) dengan teori Heliosentris-nya yang menyatakan bahwa Matahari sebagai pusat Tata Surya. Sebuah teori yang mentang ajaran Gereja yang sekian lama memegang filsafat Ptolomaeus yang menyatakan bahwa bumi-lah sebagai pusat ( Geo-centris). Perjuangannya diikuti Gardano Bruno (1594M), fisikawan Jerman Johannes Kapler (1571 M) Galileo Galilei (1564 M) dan Issac Newton (1642 M).
John Lock (1704 M ) kemudian mengusung liberalisme bidang politik dengan menyodorkan ideologi yang mendorong masyarakat untuk membebaskan diri dari kekangan Gereja waktu itu. Adam Smith (1790M) mengusung liberalisme di bidang ekonomi yang memberi kebebasan kepada masyarakat untuk menjalankan kegiatan ekonominya tanpa intervensi dari pemerintahan gereja atau pemerintahan raja yang didukung gereja.
Ketika otoritas gereja runtuh, bangsa Eropa terpecah menjadi dua aliran besar dalam menyikapi agama. Pertama Aliran Deisme, yaitu mereka yang masih mempercayai adanya Tuhan, tapi tidak mempercayai ayat-ayat Tuhan. Tokoh-tokohnya antara lain : Martin Luther, John Calvin, Isaac Newton, John Lock, Immanuel Khan, dsb. Dan kedua Aliran Materialisme atau Atheisme. Aliran ini menganggap bahwa agama merupakan gejala masyarakat yang sakit. Agama dinilai sebagai candu atau racun bagi masyarakat. Di antara tokohnya:. Hegel, Ludwig Feuerbach, dan Karl Marx. Ketidak percayaan kepada Tuhan diusung pula oleh Charles Darwin ( 1809-1882 M ) dalam bukunya The Origin of Species by Means Natural Selection (1859M) Melalui teori Evolusinya Darwin mencoba memisahkan intervensi Tuhan dalam penciptaan alam dan makhluk hidup di muka bumi ini. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Liberalisme merupakan upaya keluar dari kekangan ajaran Kristen yang bermasalah. Liberalisme telah mengantarkan masyarakat Barat menjadi orang atheis atau paling tidak Deis.
Liberalisasi di bidang Agama juga sudah merasuk kaum muslimin di Indonesia. Liberalisasi Islam dilakukan melalui tiga bidang penting dalam Islam, yaitu (1) Liberalisasi bidang aqidah dengan penyebaran paham Pluralisme Agama. Paham ini menyatakan bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan yang sama. Semua agama benar. Maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini bahwa hanya agamanya saja yang benar. Menurut mereka, salah satu ciri agama jahat adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak ( absolute truth claim ) atas agamanya sendiri. Tuhan manusia itu sama, hanya berbeda dalam memberi sebutan atau panggilan. Orang Islam memanggil Allah, Orang Kristen Tuhan Bapak, orang Hindu Sang Hyang Widi Wase, dsb. Hakikatnya yang dipanggil sama. (2) Liberalisasi konsep wahyu dengan melakukan dekontruksi terhadap Al-Qur’an. Para Liberalis Islam telah memposisikan diri sebagai epigon terhadap Yahudi dan Kristen yang melakukan kajian “ Biblical Criticism “. Kajian kristis terhadap Bible yang memang bermasalah. Menurut Liberalis “ All Scriptures are miracles “ Semua Kitab suci adalah mukjizat. Jadi Al-Quran sejajar dengan : Perjanjian lama, Perjanjian Baru, Weda, Bagawad Ghita, Tripitaka, Darmogandul dan Gatoloco (?). dan (3) Liberalisasi Syariat Islam. Hukum-hukum Islam yang sudah qath’i dan pasti dibongkar dan dibuat hukum baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sementara yang jadi barometernya bukan lagi Al-Qur’an dan As-Sunnah tapi : Domokrasi, HAM, Gender Equality (kesetaraan Gender) dan Pluralisme. Ketentuan warits laki-laki dua bagian perempuan, Terhalangnya hak warits karena beda agama, pernikahan muslimah dengan non muslim, mereka nilai bertentangan dengan Demokrasi, HAM, Pluralisme dan Kesetaraan gender. Kalau orang menyakini bahwa semua agama benar, bahwa tuhan semua agama itu sama hanya berbeda dalam memanggil, bahwa semua kitab suci itu sama mukjizat, masih patut dikatagorikan sebagai seorang muslim dan Mukmin ?
Itulah sekelumit ilustrasi betapa berat dan komplesnya tantangan dakwah. Sebagai sebuah Sunnatullah, yang harus kita antisipasi, kita sikapi dan hadapi dengan berbagai cara dan pendekatan yang ma’ruf, melalui berbagai media yang tersedia, melalui berbagai kegiatan kehidupan ( politik, ekonomi, sosial, pendidikan, seni dan budaya ), dilakukan secara simultan, terorganisasi, dengan senantiasa memohon inayah dan rahmat serta hidayah Allah swt. Suasana Iedul Qurban saat ini tentu tidak hanya diwarnai oleh semangat berkurban dalam bentuk kurban hewan. Tapi juga semangat berkurban fikiran, tenaga, harta dan jiwa untuk mengemban tugas dan kewajiban dakwah.
Akhirnya, marilah kita memanjatkan do’a kepada Allah : Ya Allah Yang Maha Pengampun, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, anpunilah dosa kami, dosa ibu bapak kami, limpahkanlah kepada kami karunia-Mu, bimbinglah kami dengan rahmat, Inayah dan hidayah-Mu, berilah kami kekuatan lahir dan bathin untuk mengisi sisa lembaran hidup kami, dengan ilmu, iman dan amal sholeh yang lebih baik, lebih berkwalitas.berilah kami kekutan lahir dan batin untuk mengemban kewajiban dakwah, mengahadapi begitu banyak , berat dan kompleksnya tantangan dakwah, Kami semua di tempat ini berkumpul untuk mengumandangkan kalimah takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur kami kepada-Mu ya Allah. Terimalah syukur kami ! Di tempat ini kami juga bersujud kepada-Mu ya Rahman ya Rahim , sebagai ungkapan rasa rumoso kami, bahwa hidup kami bergelimang dosa dan kesalahan, kami sering mengabaikan perintah-Mu dan perintah Nabi-Mu, sering melanggar larangan-Mu dan larangan Nabi-Mu, Kami sering tidak perduli terhadap berbagai kemunkaran dan kemaksiatan yang merajalela di sekeliling kami, Kami semua sadar ya Rabbi, tanpa ampunan-Mu, tanpa kasih sayang-Mu, pasti kami akan menjadi manusia-manusia yang rugi, ampunilah kami ya aziz ya ghoffar ! jadikanlah kami orang-orang yang selamanya ada dalam ridho-Mu.
Ya Allah rapihkanlah kehidupan dunia kami, yang di dunia ini kami hidup, rapihkanlah kehidupan akhirat kami, yang ke alam akhirat kami akan kembali, jadikanlah hidup dan merdeka kami sebagai bekal kami meningkatkan prestasi hidup dan jihad dan dakwah kami, jadikanlah ajal dan kematian kami sebagai saat istirahat kami dari segala macam penderitaan, kesulitan, dan kesususahan dunia ini.
اللهم اغفر لنا وللمؤمنين والمؤمنات ؛ والمسلمين والمسلمات ؛ اللهم أعز الاسلام والمسلمين وأذل ا لشرك والمشركين ؛ اللهم الف بين قلوب المسلمين واصلح ذات بينهم؛ وانصرهم على عدوك وعدوهم ؛ اللهم العن كفرة اهل الكتاب ؛ الذين يصدون عن سبيلك ، ويكذبون رسولك ؛ ويقاتلون اولياءك ، اللهم خالف بين كلمهم وزلزل بين اقدمهم ، وانزل بهم باءسك الذى لا ترده عن القوم المجرمين .
اللهم……………….
Bandung, 10 Dzul Hijjah 1429 H / 8 Desember 2008.
0 comments:
Post a Comment