Ada Apa Dengan Boedi Oetomo
Manipulasi Sejarah

20 Mei 1998,diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Padahal ,sampai dengan kongres Boedi Oetomo di Solo, 1928 M, menurut A. k Pringodigdo dalam sedjrah pergerakan rakyat Indonesia . boedi oetomo tetap menolak pelaksanaan cita – cita persatuan Indonesia . walaupun sampai kongres tersebut Boedi Oetomo sudah berusia 20 tahun tetap mempertahankan djawanisme
Selanjutbya Dr. soetomo membubarlan sendiri Boedi oetomo . 1931 M,karena tidak sejalan dengan tuntutan zamannya . ajaran kedjawen atay djawanisme sebagai landasan Boedi Oetomo sangat bertentangan dengan ajaran islam yang di anut mayoritas pribumi . melalui medianya Djawi Hisworo . Boedi Oetomo berani menghina rosululloh
Walaupun Boedi Oetomo dengan media cetaknya menghina Rosulolloh SAW. Sampai ekarang umat islam sebagai mayoritas bangsa Indonesia ,tetap menaati keputusan kabinet hatta 1948 M. bersedia menghormati 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional. Demikian pula kelanjutannya Boedi Oetomo, menjadi partai Indonesia raja,dipimpin pula oelh DR.Soetomo. dengan media cetaknya Madjalah Bangoen. Tidak beda dengan Djawi hisworo ,juga menerbitkan artikel yang menghina Rosululloh SAW .
Selain itu Partai Indonesia Raja (Perinda),sebagai partai sekuler dan Anti islam pertama di Indonesia. Perlu kiranya para ulama dan MUI mempertimbangkan kembali keputusan cabinet hatta 1948 tenteng 20 Mei sebagai kebangkitan nasional .
*sumber :
-Api sejarah
-freemasonry Indonesia
-akhir zaman. com
20 Mei 1998,diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Padahal ,sampai dengan kongres Boedi Oetomo di Solo, 1928 M, menurut A. k Pringodigdo dalam sedjrah pergerakan rakyat Indonesia . boedi oetomo tetap menolak pelaksanaan cita – cita persatuan Indonesia . walaupun sampai kongres tersebut Boedi Oetomo sudah berusia 20 tahun tetap mempertahankan djawanisme
Selanjutbya Dr. soetomo membubarlan sendiri Boedi oetomo . 1931 M,karena tidak sejalan dengan tuntutan zamannya . ajaran kedjawen atay djawanisme sebagai landasan Boedi Oetomo sangat bertentangan dengan ajaran islam yang di anut mayoritas pribumi . melalui medianya Djawi Hisworo . Boedi Oetomo berani menghina rosululloh
Walaupun Boedi Oetomo dengan media cetaknya menghina Rosulolloh SAW. Sampai ekarang umat islam sebagai mayoritas bangsa Indonesia ,tetap menaati keputusan kabinet hatta 1948 M. bersedia menghormati 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional. Demikian pula kelanjutannya Boedi Oetomo, menjadi partai Indonesia raja,dipimpin pula oelh DR.Soetomo. dengan media cetaknya Madjalah Bangoen. Tidak beda dengan Djawi hisworo ,juga menerbitkan artikel yang menghina Rosululloh SAW .
Selain itu Partai Indonesia Raja (Perinda),sebagai partai sekuler dan Anti islam pertama di Indonesia. Perlu kiranya para ulama dan MUI mempertimbangkan kembali keputusan cabinet hatta 1948 tenteng 20 Mei sebagai kebangkitan nasional .
*sumber :
-Api sejarah
-freemasonry Indonesia
-akhir zaman. com
0 comments:
Post a Comment